was successfully added to your cart.

Sunday, 19 June 2016 13:41


Pengunjung Indonesia Coffee Festival mencicipi kopi arabika Indonesia (GATRAnews/Yuke Mayaratih)

Den Haag, GATRAnews – Minum kopi sudah menjadi budaya masyarakat Eropa. Ini menjadi peluang bagi negara penghasil kopi, termasuk Indonesia, untuk melakukan ekspor ke Eropa. Apalagi Indonesia dikenal sebagai negara penghasil kopi terbesar ke-3 di dunia. Beragam kopi asal Indonesia dari berbagai daerah dengan aneka cita rasanya khas masing-masing, patut diperkenalkan kepada masyarakat dunia.

Tapi apakah penikmat kopi di Belanda tahu bahwa Indonesia menghasilkan enam dari tujuh jenis Kopi Arabika, seperti Gayo (Aceh), Mandaling (Sumut), Kintamani (Bali), Mangkuraja (Bengkulu), Jawa, dan Kalosi (Toraja)?

Nah, untuk memperkenalkan jenis kopi asal Indonesia ini, PPI Den Haag dan KBRI Belanda menggelar acara Indonesia Coffee Festival, pada 17-18 Juni 2016. Ada tujuh pengusaha kopi, yang khusus didatangkan dari Indonesia ke Belanda. Selain memperkenalkan produksi kopi, mereka juga membuka peluang untuk bisa melakukan ekspor kopi ke Belanda.

Menurut Atase Perdagangan RI di Belanda, Rinaldi Agung Adyana, para pengusaha kopi ini bukanlah pebisnis atau pedagang murni, tetapi seorang sosio-enterpreneur. “Para pengusaha ini juga mengedukasi petani kopi agar produksi kopi mereka memiliki kualitas yang bagus, sehingga layak ekspor. Nah kopi dari para petani inilah yang mereka pasarkan. Kalau produksi kopi mereka bagus dan laku dipasaran, maka kehidupan ekonomi kampung mereka jadi meningkat. Untuk itu mereka harus didukung,” tutur Rinaldi kepada GATRAnews.

Gayung pun bersambut, PPI Den Hag memiliki program kerja Coffee Workshop. Acara kemudian berubah menjadi festival karena mendapat dukungan penuh dari KBRI Belanda. Tujuan acara yang tadinya ingin mengedukasi warga Belanda tentang jenis kopi yang dihasilkan Indonesia, kemudian berkembang menjadi ajang pertemuan antara pengusaha ekspor-impor kopi di Belanda.

Cindy, salah seorang pengunjung yang tinggal Leiden, mengaku kebetulan melintasi New Babylon Meeting Center Den Haag dan melihat ada acara Indonesia Coffee Festival. Penasaran, ia pun menyambangi acara itu, usai bekerja.

“Saya baru tau kalau Indoneisa punya banyak jenis kopi. Selama ini yang saya tau dan dengar hanya kopi luwak saja,” ujar penggemar kopi itu. Karena mendapat informasi yang menarik, keesokan harinya, ia kembali ke acara ICF itu bersama ketiga temannya.

Sementara itu, Kristiadi Julianto, salah seorang pengusaha kopi peserta ICF, mengaku penasaran dengan selera kopi orang Eropa. “Soalnya, setahu saya, orang Eropa paling suka biji kopi yang diolah (roasting) di Italia. Padahal biji kopi kita lebih bagus kualitasnya,” ujar Kristiadi.

Kristiadi awalnya adalah seorang manifaktur mesin kopi. Karena berhubungan dengan kopi, ia lantas menjalin kerja sama dengan petani kopi di Ciwidey Jawa Barat. Ia juga melatih dan mengedukasi agar para petani bisa menghasilkan kualitas biji kopi yang layak ekspor.

Ketujuh perusahaan kopi asal Indonesia yang hadir di festival ini, masing-masing Adena Coffee, Ephraim Coffe, CV Daya Asasta, Blanco Coffee dan Javanusa.

Menurut ketua panitia Priska Pavita, dari PPI Den Haag, ini adalah kerja sama pertamakali yang dilakukan PPI dengan atase perdagangan Den Haag.

Acara yang dibuka untuk umum ini berlangsung selama 2 hari. Tak kurang dari 250 pengunjung yang datang, 60% di antaranya adalah anak muda.

Reporter: YM (Belanda)
Editor: Tian Arief

Sumber: https://www.gatra.com/budaya-1/apresiasi-1/206370-warga-belanda-kini-tahu-indonesia-hasilkan-6-dari-7-kopi-arabika-dunia

Blanco Coffee Indonesia

Author Blanco Coffee Indonesia

More posts by Blanco Coffee Indonesia

Leave a Reply